Fahri Tolak Rencana Pemindahan Ibu Kota: Jakarta Terlalu Bersejarah

Iklan 728x90

Fahri Tolak Rencana Pemindahan Ibu Kota: Jakarta Terlalu Bersejarah

Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menolak rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan. Menurut dia, Jakarta memiliki sejarah panjang yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja.

"Jakarta itu dibuat Bung Karno (Presiden RI pertama Sukarno) dan didesain sebagai ibu kota. Jadi sebetulnya sulit meninggalkan Jakarta sebagai ibu kota. Terlalu bersejarah legacy dari Bung Karno dan banyak sekali hal-hal yang tidak bisa ditinggalkan dari kota ini," kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Fahri mengatakan, selain memiliki nilai histori yang panjang, Jakarta merepresentasikan Indonesia sebagai negara maritim. Ia menilai representasi tersebut bakal hilang jika ibu kota negara berlokasi di Kalimantan.

"Jakarta ini Sunda Kelapa dan sebagainya itu sebetulnya melambangkan tradisi maritim," ujarnya.

"Kalau dipindahkan ke pulau besar, nanti tradisi maritimnya hilang. Jadi banyak hal dari Jakarta yang harus diceritakan dulu dan harus diomongin kepada masyarakat. Sebab, Jakarta ini terlalu bersejarah untuk ditinggalkan," imbuh Fahri.

Ia lantas menyinggung soal wacana pemindahan ibu kota yang sempat digaungkan Presiden RI ke-2 Soeharto. Kala itu Soeharto mewacanakan pemindahan ibu kota ke Jonggol, Jawa Barat.

Fahri pun menyarankan, jika ibu kota tetap mau dipindahkan, Teluk Jakarta bisa jadi solusi. Menurutnya lokasi tersebut ideal.

"Kalau saya tetap ibu kota tetap Jakarta. Dulu Pak Harto mengupayakan ke Jonggol nggak bisa, ya sudah dipindahkan ke Teluk Jakarta sebagai simbol dari kebangkitan pesisir. Jadi jangan taruh di tengah, dalam artian pulau. Karena mentalitas kita ini kan mau kita bangun mentalitas pesisir," tutur Fahri.

Selanjutnya, dia mengkritik kajian yang telah dilakukan pemerintah terhadap rencana pemindahan ibu kota. Fahri menyebut kajian pemerintah terlalu dangkal.

"Saya sudah baca risetnya. Saya sudah baca itu risetnya Bappenas dangkal betul," sebutnya.

Soal rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan itu sempat disinggung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang tahunan DPR-DPD hari ini. Ia meminta izin kepada para anggota Dewan untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan. Rencana pemindahan ibu kota negara ini sudah beberapa kali dibahas.

"Dengan memohon ridho Allah SWT, dengan meminta izin dan dukungan dari Bapak-Ibu anggota Dewan yang terhormat, para sesepuh dan tokoh bangsa, terutama dari seluruh rakyat Indonesia, dengan ini saya mohon izin untuk memindahkan ibu kota negara kita ke Pulau Kalimantan," kata Jokowi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8).

Artikel ini telah tayang di aaa dengan judul "Fahri Tolak Rencana Pemindahan Ibu Kota: Jakarta Terlalu Bersejarah".

SHARE

Related Posts

Comments